hancul FF
FF yaoi hanchul - (..........)
Cast : kim heechul, henry, yang lain
nyusul
Genre : ga jelas.. hoho.. plaakk :b
Author : Azlia saras wp
Note : ini hanya ilusi author
semata. No bashing. Karena author cinta damai. Haha.. xDD semua cast milik
tuhan tapi kim heechul hanya milik author. Kekekeke~ #plakk
Pagi ini udara kota seoul terasa
panas dari biasanya. Karena kini telah memasuki musim panas.
Sang raja mentari telah menyinari
semua aktivitas kota ini.
Aku terbangun karena mendengar suara
ribut di luar kamarku ini. Mau tak mau aku beranjak dari tempat favoritku ini.
Apa lagi kalo bukan ranjang favoritku ini. xDD Dengan malasnya aku menuju ke
pintu, membuka knop pintu. Dan aku begitu terkejut melihat semuanya.
“ umma, gwaenchanayo?” tanyaku
sambil memeluk umma.
Ya inilah kehidupan kami. Setiap
hari selalu ku lalui tanpa melihat dan mendengar appa yang selalu bertengkar
dengan umma. Oh demi tuhan! Aku tak kuat mendengarnya, bukan karena salah umma.
Tapi lebih tepatnya karena appa yang tak pernah menganggap kami keluarganya.
Bahkan aku yang tak pernah ia sayang. Terkadang aku haus akan kasih sayang
seorang appa yang tak pernah sekalipun ku dapat dari appa kandungku ini. Ku
tersentak dari lamunanku karena aku mendengar isakkan tangis umma.
“ ummaaa.. uljimma. Umma ada disini.
Umma jangan menangis lagi ne?” tenangku. Tanpa terasa cairan benih menetes
membasahi kedua pipiku. Ya aku tak tega pada umma, ingin rasanya ku bawa umma
kabur dari tempat ini.
**********************
Semangat. Semangat. Semangat!!
Kim heechul hwaiting !! teriakku dalam hati. Ku mantapkan hatiku. Ya hari ini
juga ku akan bawa umma pergi. Setelah tekatku menggebu-gebu ini, aku langsung
menghampiri umma di kamarnya.
Tok tok tok. .
Tak ada sautan dari dalam
kamar umma. Ku ketok pintu umma tak terasa ku gedor pintu kamar umma. Dan tetap
tak ada suara dari dalam. Ku beranikan membuka pintu kamar umma. Yang bodohnya
aku, ternyata kamar umma tak terkunci. =,=a
“ umma.. kau dimana?” panggilku
sambil menyapu seluruh pandanganku ke kamar umma. Dan.. ku tercekat dan tak
bisa bergerak dari tempatku berdiri. Ku liat ummaku tergantung dengan indahnya
di depan mataku. Tanpa terasa air mataku mengalir dengan indahnya. Isak tangis
pun terdengar di kamar itu.
“ hiks.. hiks.. hiks.. ummaaa…
ireonnaa..” ku guncang bahu umma setelah ku turunkan umma. Ku sandarkan umma di
pelukkan hangatku.
“ umma… jangan tinggalkan aku umma..
jebal~ aku tak punya siapa-siapa selain umma.. hiks.. hiks.. ummaaa.. “
tangisku pun pecah memenuhi kamar umma.
**************************
Semenjak kematian umma. Aku menjadi
nappeun namja. Ya. Setiap malam ku habiskan waktuku di sebuah club langgananku
seminggu ini. Ku tegak minuman di depanku yang tak terhitung berapa gelas yang
telah terisi wine di depanku ini. Ya. Club ELF inilah yang menemani kehidupan
malam ku. Ku akan pulang setelah ku rasa sudah cukup tuk ku lalui dengan wine,
teman sejatiku kini. Walau aku punya seorang sahabat yang sekarang berada di
sebelahku.
“ ya!! Hyung!! Sudah cukup. Ayo kita
pulang, aku akan mengantarmu.” Panggilnya sambil menarik tanganku saat di liat
aku mulai mabuk.
“ eunggg.. 1 botol lagi ya, henry
ya~” pintaku dengan manja
“hyung!! Andwae! Shiro! Sebaiknya
kita pulang. Aku tak tahan melihatmu harus mabuk tiap malam seperti ini, hyung,
apakah kau tak kasian padaku?” Tanya namja betampang cubby ini. Bukannya
menjawab aku malah tersenyum manis padanya. Dalam sekejap dia telah membawaku
keluar dari club ini. Ku lepas tangannya dari bahuku. Ku berjalan terhuyung-huyung
tak tentu arah meninggalkannya. Tak ku pedulikan panggilannya yang membuat
semua mata memandang ke arahku.
Ku berjalan terus ke depan tanpa
terasa menuju taman kota. Ku langkahkan kakiku menuju bangku di bawah pohon
rindang. Ku hempaskan pantatku di bangku panjang ini. Ku ringkuk ke dua kakiku,
dan seketika ku menangis sejadinya di kegelapan malam ini. Tanpa ku sadari
sosok umma merengkuhku dalam dekapan hangatnya. Ku pandangi sosok umma di
depanku setelah melepas pelukkan hangatnya. Air mataku terus mengalir dalam
heningnya malam.
“ um.. mmaa… umma… huhu.. hiks..”
“ uljima chagi, miane.. umma
meninggalkanmu.. hiks.. umma..” tangis umma pecah seiring hembusan angin malam.
Ku buka mataku. Ku edarkan
pandanganku keseluruh taman ini. Ternyata ini hanya mimpi, umma datang padaku..
“ umma bogoshippo” ucapku di iringi
dengan langkah gontaiku. Ku pergi tinggalkan taman yang begitu sepi di malam
hari. Ku langkahku menuju rumah henry. Dimana lagi aku bisa tinggal sekarang
kalu bukan di rumah henry. Dia hanya tinggal sendiri dan senang hati
menyambutku di rumahnya sejak sehari setelah umma meninggal. Appa mengusirku
dari rumah yang telah menemaniku selama ini dengan umma. Kenangan itu telah
hilang seraya ku meninggalkan rumah appa.
Tok tok tok
Ku ketuk pintu rumah henry walau tak
kencang tapi cukup membuatnya membukakan pintunya untukku.
“ hyung.. kemana saja kau? Kenapa
kau pulang larut lagi?” tanyanya kawatir yang melihatku makin berantakan dari
pada saat ku meninggalkannya sendiri tadi.
“ henry ya.. aku capek. Aku ngantuk,
aku mau langsung tidur. Aku janji besok setelah bangun aku akan memberitaumu.”
Janjjiku di sertai anggukan kepalanya. Kyeopta.
Ku rebahkan tubuhku di atas kasur
empuk ini. Ku pejamkan mataku yang tak kuat menahan kantukku mala mini. Dan ku
harap menghilangkan semua kecapekan dalam hatiku.
**************************
Author pov
Pagi telah datang. Dan namja cantik
ini tak terganggu akan datangnya pagi yang cerah ini. Masih asyik dalam alam
sadarnya, setelah semalam dia habiskan air matanya di taman kota.
Henry yang telah bangun dari tidur
nyenyaknya. Langsung menuju dapur setelah selesai mandi. Dia mulai sibuk dengan
bahan-bahan yang ada di depan matanya. Mulai memasak untuk dirinya dan
hyungnya. Untuk heechul hyung. Yang telah ia anggap sebagai hyung kandungnya
sendiri. Setelah selesai memasak dan menata makanan di atas meja, ia pun menuju
kamar heechul untuk membangunkan hyung tercintanya itu.
“ hyung.. ireonna hyung.. ayo kita
sarapan hyung..” merasa tak ada jawaban ia pun masuk ke dalam kamar karena
pintu tak terkunci. Dan diliatnya, hyungnya masih sibuk dengan mimpinya.
“ hyung, ireonna…” manja henry.
Karena tak ada jawaban yang memuaskan dari hyungnya. Iapun mulai
guncang-guncangkan hyungnya dan alhasil namja cantik itupun bangun dengan
kesalnya karena tidurnya terganggu.
“ ya!! Henry!! Bisakah kau tak
menggangguku sepagi ini” masih dalam tidurnya dan terlihat mengeliat di bawah
selimut sambil menguap.
“ hyung.. kau bilang apa? Ini sudah
jam 8 am hyung.. ireonna….” Paksa henry sambil menyibak selimut tak bedosa itu.
“ ara-ara.. aku bangun sekarang. Kau
puas?? Ha?!” bentak heechul
“ ne. hehehe”
End author pov
Heechul pov
Dengan malas ku menuju kamar mandi
untuk mandi. Ya apa lagi kalo bukan mandi? Dasar author bego!
Author : ya!! beraninya kau
mengataiku bego kim heechul!
Heechul : jiah.. emang kau bego!
Ckc..
Author : huwaaa… chunnie.. #nangis
di dada yoochun#plakkk
Readers “ woi lanjutin !!emo masal
Author : hehehehe
Setelah selesai mandi dan berpakaian
kira-kira 45menit. Aku menuju ke ruang makan, saat menuruni tangga ku mencium
aroma makanan yang mengundang seleraku. Dengan cepat ku berjalan menuju ruang
makan karena perutku mendadak konser. Haha.. xDD
“ emmm…….. aromanya aja dah
mengundang selera makanku. Hahaha…” tawaku sambil meraih kursi di depanku
“ of course hyung.. siapa donk yang
masak? Hohoho” bangga henry
“ kajja kita makan..!!” teriakku
semangat 45. LOl
“ ayoo…….” Lanjut henry
End heechul pov
Ku putuskan untuk cerita tentang semalam
pada henry.
“ henry ya.. sesuai janjiku semalam.
Aku akan ceritakan semuanya padamu. Haah~” aku pun mulai menceritakan semuanya
padanya. Dia hanya mengangguk dan terkadang berdeham. Selesai bercerita tanpa
ada yang kurang, akupun beranjak menuju dapur untuk mengambil minuman di dingin
di kulkas.
“ hyung.. ku rasa ahjumma
mengawatirkanmu. Apa lagi setiap malam kau mabuk-mabukan mulu”
“ aku juga tak mau begitu henry ya..
hanya saja keadaan yang memaksaku.” Tundukku
“ aku tau hyung. Tapi...”
“ ne, hyung..” ku tatap nanar
hyungku. Aku tak mau bertengkar dengan hyungku ini, makanya lebih baik aku yang
mengalah. Aku tau penderitaan hyung yang tak mungkin bisa di tanggung orang
lain. Hyung sebenarnya sosok yang tegar sekaligus rapuh.
Ddrrttt dddrrttttt
dddrrrrtttttt
“ yoboseyo”
“……”
“ ne. wuah.. jinjja? Kapan kau akan
datang?”
“…..”
“ arasseo. Annyeong. Pip” ku putus
sambungan telponku dengan sepupuku itu.
***********************
Komentar
Posting Komentar