cartoon

heartbeat part 1 created rainy heart

heartbeat part 1

Heartbeat | KyuMin | YAOI | 2s | Part 1
.


.

.

.

‘Hey... apa yang kau lakukan disana?’

Melihatmu berdiri sendiri di tengah hujan. Terlihat sangat sibuk memainkan ponselmu. Apakah kau sedang mengirim pesan padanya? Seseorang yang telah memilikimu?

Aku bukan orang bodoh, jadi aku tahu__

Aku tahu, seorang yang begitu indah sepertimu tak mungkin masih sendiri. Tapi, bolehkah aku berharap, satu saat nanti aku bisa memilikimu?

.

‘Hey, kau telah mencuri semuanya. Bisakah kau bertanggung jawab?’
.

Aku masih menatapmu.

Dan demi Tuhan, aku tak tahu apa yang bisa kulakukan setelah ini. Mengapa kau membalas tatapanku? Dan kedua mata foxy itu tersenyum. Ya Tuhan....

Aku tak bisa mempertanggungjawabkan apapun lagi. Maaf, jika seterusnya aku akan mengganggumu. Kau tahu, aku sudah menggila karenamu.

.

‘Hey,  mengapa kau memilih berbicara dengannya?’
.

Sialnya nasibku. Ck... aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Tapi, mengapa kau seperti sengaja melakukannya? Dan, yah...! Apa-apaan itu?! Jangan biarkan tangannya mengusap sedikit saja bagian dari tubuhmu.

Ya...!!! Apakah kau sedang mempermainkan perasaanku?  Jangan tersenyum seperti itu, jebal....
.

‘Hey...  please, give me back my heart. Please...’
.

‘My heart is beating for you...’
.

.

.

rainy hearT
.

~Proudly present~

.

.

HEARTBEAT
.

.

.

“Hatiku berdebar kencang saat melihatmu. Hanya dalam jarak seperti ini saja sudah membuatku jatuh begitu dalam pada pesonamu. Tapi, kumohon...

Jangan katakan kau tak akan membalas perasaanku, jebal...”

.

.

.

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Other Super Junior Member

Pairing: KyuMin | YeMin

Genre : Drama, romance, fluff

Length : 2Shoot

Rated : T

Disclaimer : Kyuhyun dan Sungmin saling memiliki. Mereka memiliki satu ikatan istimewa dan akan selalu seperti itu.


Warning : YAOI / BL | Tidak sesuai EYD | Typo’s

.

.

.

Don't Like Don't Read

No Copas No Bash No Flame

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

.
Harusnya aku mengumpat kesal pada Heechul hyung yang menyuruhku menunggunya disini. Yeah, meski sangat terbiasa dan bahkan selalu seperti ini. Ia selalu terlambat keluar dari cafe-nya dan aku selalu menunggunya dengan setia disini.

Selalu saja menunggunya dengan penuh kesabaranku, dan duduk tenang di salah satu kursi yang ada di cafenya. Tapi, kali ini sepertinya aku harus berterima kasih padanya.

Aku melihat sosok malaikat yang sungguh cantik ditengah guyuran hujan malam ini. Berlindung dari gerimis yang cukup mampu untuk membasahi seluruh mantel tebalnya. Ia berlindung di depan cafe.

Mengapa ia tak memilih masuk dan menikmati secangkir coklat hangat disini?

“Kyu, tunggu sebentar. Aku harus membereskan pembayaran gaji pegawai malam ini juga.”

“Nde, kerjakanlah. Aku akan menunggumu.”

“Heum... good boy...”

Heechul hyung hanya sepintas berjalan didepanku, memutar papan yang tertempel di kaca cafe-nya hingga terbaca ‘close’ dan kemudian kembali masuk ke ruangan kerjanya.

Dan sedangkan aku...

Aku sendiri kembali pada kegiatanku sebelumnya. Terus menatap sosok manis yang sepertinya mulai menggigil kedinginan diluar sana. Sebenarnya, ingin sekali mengajaknya masuk kesini. Setidaknya, aku bisa memberikan free hot coffee atau coklat untuk sedikit menghilangkan rasa dingin ditubuhnya.

Dia mulai menggosokkan kedua telapa tangannya. Sesekali meniupnya untuk menghilangkan rasa dingin yang sepertinya mulai merasuk kedalam tubuhnya.

Aku tersenyum kecil melihatnya yang mulai bertingkah lucu. Menghentikan gosokan pada kedua tangannya dan malah mengulurkan tangannya untuk merasakan air hujan itu. Eum... apakah dia sedang merasakan derasnya air hujan?

Bisa kupastikan hujan seperti ini akan sangat lama reda. Sungguh, kasihan melihatnya kesepian seperti itu. Tapi kulihat ia mulai merogoh kantung mantelnya dan sepertinya ia mencoba menelfon seseorang.

Sepertinya juga, telfonnya tersambung. Tapi, mungkin suara derasnya hujan sedikit mengganggu pembicaraan di telfon dan ia menutup telfonnya.

Terlihat sangat lucu saat bibir merahnya menggerutu. Sayang, aku sama sekali tak bisa mendengar apa yang ia kesalkan. Hehehe.... sangat lucu.

Kulihat dia mulai sibuk memainkan ponsel touch-nya. Sepertinya ia mulai berkirim pesan. Huh.... jangan katakan jika dia berkirim pesan dengan seseorang yang jauh disana. Jangan katakan jika dia mungkin tengah meminta kekasihnya untuk menjemputnya.

Hei...!

Kekasihnya?

Apakah itu namja? Atau yeoja? Atau malah ia sudah mempunyai istri? Atau seme?

“Ah... tidak-tidak...”

“Wae Kyu?”

“Ah, bukan apa-apa hyung. Hehee...”

Haish... kenapa aku malah membayangkan hal yang sama sekali tak ada hubungannya denganku. Kenapa aku begitu memikirkan kehidupannya?  Siapa aku?

“Heuh...”

Aku hanya bisa menghela nafasku. Sedikit menyesal karena aku hanya orang asing yang mengagumi keindahannya. Sosok itu terlihat sangat cantik dan manis. Pipi putih merona dan chubby, juga bibir merahnya yang mungkin bergetar menahan dingin.

“Ahhh...”

Sedikit tersentak saat melihat mobil merah masuk ke area parkir cafe Heechul Hyung. Aku kenal benar, itu bukan mobil Hangeng Hyung. Lalu???

“Eh....”

Sedikit terkejut saat melihat namja yang keluar dari mobil itu.  Terbungkus mantel coklat dan kemudian membuka payungnya. Terlihat jelas jika namja itu menyunggingkan senyumannya pada seseorang yang sedari tadi mencuri perhatianku.

“Heuh...”

Hanya bisa menghela nafas. Sejujurnya, aku sedikit kesal saat melihat tangan namja itu dengan seenaknya mengacak rambut hitam milik ‘si pencuri hatiku.’ Aish.... kenapa? Kenapa dia membiarkannya menyentuh rambutnya?

“Ah... jangan...”

Mendesis pelan saat melihat namja itu mengusap dahinya. Baiklah, anggap saja ia membersihkan air hujan yang mungkin membasahi dahi si pipi chubby itu. Tapi, mengapa rasanya aku sungguh tak bisa menerimanya?

Aku tak merelakannya.

“Eotteokhe.... Oh.... kumohon...”

Hanya bisa mendesis pelan dan menggenggam gemas kedua tanganku saat melihat kedekatan mereka. Baiklah, kuharap namja bermata sipit itu tidak akan mencium bibir shape M miliknya. Oh, jangan....

“Ehhh....”

Kembali aku harus merasa kecewa. Ck... lagi dan lagi. Sekarang aku harus melihatnya menggenggam jemarinya dan kemudian membawanya pergi dari sana. Sangat kecewa, karena memang benar namja sipit itu menjemputnya.

“Ah... sial...”

Aku mendesah kesal saat namja manis itu masuk kedalam mobil dan akhirnya__ “Ah.... pergi...”

Mendesah kesal karena ia menghilang dibawa mobil merah dan juga namja bermata sipit yang sepertinya begitu menyayanginya. Yeah, terlihat dari perlakuannya pada namja manis itu.

Tapi__ tapi tetap saja aku tidak terima. “Ehhh...” Aku merasakan tepukan di bahuku. “Hyung...” mendesis pelan saat melihat namja dengan rambut coklat ini kemudian duduk di hadapanku. Sepertinya, ia tahu segalanya. Tentang kegelisahanku dan juga tentang apa yang aku lakukan tadi. Apakah benar?

Sepertinya iya. Terlihat jelas, jika hyung menyebalkan ini tengah menyunggingkan senyumannya padaku. Senyuman aneh tapi aku bisa melihat beribu ejekan yang ia lontarkan dalam senyuman dan gelengan pelan kepalanya itu.

“Ya! Kenapa melihatku seperti itu?”

“Hehh... haahhaaa...... “

Sial, dia tertawa. “Ya! Apanya yang lucu? Kenapa tertawa seperti itu?” aku mengguncang tubuhnya. Benar-benar ingin memukulnya. Dan wajah menghinanya itu benar-benar membuatku kesal. “Ya! Hyung, apa yang lucu?”

“Haishh....” masih menggeleng dan kemudian dia menatap penuh padaku.

“Mwo?”

“Bukan apa-apa.”

“Ya!!! Kau mau membuatku mati penasaran?”

“Hahaha... baik-baik.” Ia mendekatkan wajahnya padaku. “Apakah kau melihat cintamu?”

“Eoh? Apa maksud hyung?”

“Ya... jangan berpura-pura. Aku tahu  sedari tadi kau mencuri pandang dan melihatnya dari sini. Ayolah, jangan membohongiku.”

Aku hanya bisa tersenyum kecil. “Hahaha... nde. Benar sekali.” Kembali menerawang jauh dan mengingat setiap detail dari sosok cantik itu. “Dia sangat cantik, Hyung. Bahkan kau bukan apa-apa jika dibandingkan dia.”

“Cih... jangan asal bicara.”

Aku menatap geli pada Heechul hyung. Dia kemudian mengacak rambutku. “Sudahlah, ayo pulang. Jangan dipikirkan lagi. Dia mungkin hanya seseorang yang mampir di sini dan mungkin sama sekali tak berarti. Jadi, jangan dipikirkan lagi.”

“Heum...”

Hanya mengangguk dan mengikuti langkahnya dari belakang. Tapi, sungguh aku masih berharap bisa bertemu dengannya lagi setelah ini. Atau bahkan setelahnya dan setelahnya lagi. Terus bertemu dengannya lagi dan lagi, atau bahkan aku bisa memilikinya.

Terdengar sangat bagus dan menyenangkan.

.
Plakkk
.

“Aww.....”

“Ya!!! Salahmu sendiri terus tersenyum seperti orang gila. Ayo, aku sudah kedinginan.”

“Aish... hanya tersenyum saja, masa tidak boleh.”

Aku mengusap pelan kepala belakangku yang baru saja terkena pukulan jari kurus Heechul Hyung. Tak kusangka tangannya itu pedas juga saat memukulku. Segera memasuki mobil hitamku dan kemudian bergegas meninggalkan tempat ini.

Tapi, aku berjanji. Satu hari nanti, aku akan bertemu dengannya. Yeah.... aku pastikan itu.

.

.

.

“Kyu, menurutmu yang bagus yang mana?”

“Aish... yang mana saja bagus. Sudah pilih saja. Aku lelah menunggumu Hyung.”

“Yak...! Kenapa kau makin hari makin menyebalkan Cho Kyuhyun!?”

“Dan kau makin hari makin menyebalkan Cho Heechul.” Aku menatap sedikit takut pada namja yang sudah berkacak pinggang didepanku ini. “Hehhee... mianhe hyung, mianhe.”

“Apa? Kau bilang maaf?” Dia menatap sinis padaku. “Maaf katamu? Kau baru saja membentakku, Cho bodoh. Ish.... ya ampun, kenapa Umma melahirkan anak bodoh yang selalu saja seenaknya sepertimu?”

Mulai lagi. Dia selalu saja memarahiku seperti ini. Apakah begini, nasib seorang saeng? Apalagi, dia berkuasa penuh padaku setelah Appa dan Umma lebih memilih tinggal berdua saja di Jepang dan meninggalkan kami?

“Kau terlalu lama memilih tuxedo-nya hyung.”

“Ya!!! Kau pikir aku ini memilih tuxedo untuk main-main? Aku ini mau menikah, jadi harus memilih yang terbaik dan juga terbagus.”

“Haish... terserahmu sajalah. Yang penting kau segera menyudahi ini. Aku hampir mati bosan menunggumu hyung.” Aku sedikit menggerutu melihatnya kembali memilih dan melihat lagi tuxedo yang sudah dilihatnya tadi.

Huah... benar-benar hampir mati bosan.

Aku memilih beranjak dari dudukku dan kemudian berjalan di butik itu. Memang ini butik khusus untuk Wedding dress. Banyak tuxedo dan gaun yang cantik disini. Heum... sedikit tertawa saat melihat gaun berwarna putih tulang. Mungkin akan sangat cantik jika dipakai namja itu.

“Hahhaa... aku sudah gila rupanya. Dia seorang namja, jadi lupakan untuk memikirkan dia akan memakai gaun bodoh itu. Lalu__”

Aku mulai tertarik pada tuxedo yang di pakaikan ke salah satu boneka manekin di sudut ruangan. Tuxedo berwarna putih yang terlihat sangat mahal. Terlebih hiasan batu biru safir dan juga garis berwarna biru safir yang terlihat menyatu dengan warna putih yang kebiruan itu.

“Cantik...”

Aku mendengar suara dibelakangku. Dan yeah, aku pun setuju jika tuxedo ini memang benar-benar cantik. “Nde... sangat cantik.”

“Apakah kau akan meminta kekasihmu untuk memakainya?”

“Heum... suatu hari nanti, jika aku bertemu dengannya aku akan memintanya.” Aku mulai tertarik tentang pembicaraan ini. Tapi, hey... bagaimana bisa dia tahu jika aku akan menikah dengan seseorang yang akan memakai tuxedo?

“Hey, bag__”

Dan hatiku bergetar sekali lagi.

Mata itu, begitu cantik dan berhasil menyihirku. Membuatku lupa akan apa yang aku pikirkan sebelum ini. Dan rona merah dikedua pipi penuhnya, seperti memanggilku untuk mengecupnya.

Sama seperti bibir merahnya. Dan... ya Tuhan... dia...

“Ah... “

“Wae? Menatapku seperti itu?”

Menggeleng cepat. “Ah, ahni. Bukan apa-apa. Hanya saja a-aku... eum maksudku... k-kita...”

“Hey, Ming.”

.

___EOH????___

.

Jika bisa aku ingin berteriak sekarang juga. Dan bagaimana bisa__

Bagaimana bisa, dia bersama namja ini lagi? Dan sekarang mereka seakan terlihat sebagai sepasang kekasih yang membuatku benar-benar iri. Bahkan aku berani bersumpah, aku mendo’akan mereka untuk tak menikah selamanya.

Heuh...

“Ah... waeyo? Kau tak terlihat baik? Apakah ada masalah dengan calon istrimu itu?”

“Ahhhhahaa.....” Hanya tertawa kosong. Baik, sebelum dia salah paham maka aku akan menjelaskannya. Hei, bukankah sangat sayang  jika dia mengira Hyung-ku yang ajaib itu adalah calon istriku – calon uke-ku. Huah.... yang benar saja.

“Ah, dia itu bukan calon istriku. Apakah wajah kami tidak mirip?”

“Eum...”

Hell... dia menggeleng pelan, mempoutkan bibir merahnya dan___ HELLL___ Bunuh aku sekarang! Ya Tuhan, dia sangat cantik. Ah... aku benar-benar kehilangan diriku sendiri sekarang.

“Ehhemmm...” sedikit nerdehem dan mulai kembali mengatu jalan pikiranku yang sedang kacau. “Yeah, dia bukan calon istriku. Dia itu saudaraku, dia hyung-ku. Bukankah kami mirip?”

“Ahh.... jangan bercanda.”

“Nde, aku tid-“

“Ming, ayolah. Kau jangan mengurusi namja ini lagi. Aku harus setelah kembali ke kantor.”

Sial. Namja kepala besar bermata sipit ini sungguh membuatku kesal. Apa-apaan dia??? Dia pikir dia siapa???

“Ah, baiklah hyung.” Kulihat dia mengangguk patuh pada si kepala besar itu. “Aku permisi dulu. Annyeong.”

Hanya bisa menghela nafas dan berusaha menahan kekesalanku. Sungguh, aku benar-benar kesal kali ini. Aku tahu, mereka akan menikah sebentar lagi. Tapi, tak bisakah dia berbagi denganku? Sedikit membagi kekasihnya itu denganku?

.
Pukk...

Menoleh ke belakang saat aku merasakan tepungan dibahuku.

“Sudahlah. Dia sudah berlalu.”

“Yeah... aku tahu. Dia mungkin sebentar lagi akan menikah.” Dan aku menatap penuh harap pada Heechul Hyung. “Tapi dia hanya akan menikah hyung. Setidaknya dia belum menikah, atau jika sudah pun aku akan menggodanya dan_”

.
Plakkk...
.

“Awww....Ya! Kenapa kau suka sekali memukulku?” Benar-benar sakit. Kali ini dia memukul kepala belakangku cukup keras. “Hyung, nanti jika aku bertambah bodoh bagaimana?”

“Ya! Kau ini memang sudah bodoh. Kau mau mengganggu kehidupan orang lain. Memang kau pikir, kau siapa?”

“Yah.... hanya berharap ‘kan boleh saja Hyung.”

“Aishh.... sudahlah. Kajja, aku sudah selesai.” Heechul hyung terus berbalik dan meninggalkan aku. Apakah aku memang tak boleh melakukannya? Bukankah kita harus menjadi egois dan kuat untuk cinta kita? Ah... aku mulai gila.

Kembali menatap tuxedo itu. Aku berjanji, satu hari nanti aku akan benar-benar membiarkanmu berjalan kearahku dan memakai tuxedo itu. Berjanji didepan pastur dan semua saksi dan___

.
Pletak....
.

“Ya!!! Kenapa kau suka sekali memukulku?!”

“Salahmu sendiri. Ayo cepat pulang. Kau lupa, aku juga harus berbelanja.”

“Huah... lagi?”

“Ya, lagi. Berbelanja untuk memasak malam ini. Jangan katakan kau tidak ingat jika nanti malam Hannie akan datang?”

“Yeah... Hannie... dan Hannie... Ish...”

.
Srettt...
.
 “Eh, apa?”

Sepertinya aku menginjak sesuatu. Seperti kartu member dan juga___ “Ommo?”

Bolehkah aku berteriak senang kali ini? Ini lebih menyenangkan dari pada melihat pertandingan bola dan merasakan goal-nya. Ini bahkan begitu menyenangkan hingga aku tak bisa mengalihkan mataku  dari objek dihadapanku ini.

Member Card for Free Shop

_UniQue Wedding Shop_

Lee Sungmin

+82xxxxxx

Menyunggingkan senyuman di wajah tampanku. Ahaha.... aku baru saja mendapatkan bintang jatuh.

“Ya!!! Cho Kyuhyun! cepat!”

“Ah, nde hyung.” Segera menyimpan kartu itu. “Kajja.” Sama sekali tak mempedulikan raut kesal Heechul hyung. Yang jelas sekarang aku begitu bahagia sampai tak bisa menahan senyumanku.

“Ish.... dasar sudah tak waras.”

Tak mempedulikan ocehan heechul Hyung apapun itu. Huh.... aku akan menggagalkan pernikahanmu itu Lee Sungmin. Tunggu saja.

“Ya! Cho bodoh! Kau mau membuat Hannie-ku menduda sebelum menikah? Menyetir yang benar atau aku akan membunuhmu? Apa-apaan kau, terus tersenyum seperti orang gila begitu? Ck... dasar sudah tak waras.”

Biarkan saja dia terus mengoceh. Ah... jadi namanya Lee Sungmin. Eh... bagaimana jika kujadikan Cho Sungmin?

.

.

.

.

 TBC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Experience read it 2 Article (Indo&English)

Journal assessment all of contents review