heartbeat part 2 created rainy heart
heartbeat
part2 end
Heartbeat
| KyuMin | YAOI | 2s | Part 2/end
.
.
.
‘Hey... bisakah kau berhenti?
Sejenak saja...’
Aku lelah berusaha menangkapmu,
sementara kau ___ masih senang berlari kesana kemari. Tak bisakah berhenti saja
dan diamlah dipelukanku?
.
‘Hey... apa yang harus aku lakukan?
Sementara kau tak melakukan apapun tapi...”
Bingung....
Blank dan tak tahu apa-apa. Aku
hanya diam dan akhirnya juga tak melakukan apapun. Sebenarnya, apa yang terjadi
padaku? Sebenarnya, apa yang sesungguhnya kau inginkan?
.
‘Hei, apa kau sengaja melakukannya?’
Terus saja menggodaku dan terus
memaksa pikiranku untuk memikirkanmu. Memikirkan bagaimana caranya untuk
memilikimu dan bersamamu?
.
‘Hei... haruskah aku menggila dan
memaksamu?’
‘Hei, haruskah aku berbuat jahat
untuk memaksamu?’
‘Apa kau sengaja atau memang
benar-benar tidak tahu?’
.
My heart still keep beating for you
.
.
.
rainy
hearT
.
~Proudly
present~
.
.
HEARTBEAT
.
.
.
“Hatiku
berdebar kencang saat melihatmu. Hanya dalam jarak seperti ini saja sudah
membuatku jatuh begitu dalam pada pesonamu. Tapi, kumohon...
Jangan
katakan kau tak akan membalas perasaanku, jebal...”
.
.
.
Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun,
Other Super Junior Member
Pairing: KyuMin | YeMin (?)
Genre : Drama, romance, fluff
Length : 2Shoot
Rated : T
Disclaimer : Kyuhyun dan Sungmin
saling memiliki. Mereka memiliki satu ikatan istimewa dan akan selalu seperti
itu.
Warning : YAOI / BL | Tidak sesuai
EYD | Typo’s
.
.
.
Don't Like Don't Read
No Copas No Bash No Flame
.
.
Cafe
Heechul
.
.
.
“Kenapa kau tersenyum seperti itu?
Aneh!!!”
Heechul berjalan menuju Kyuhyun yang
memang tampak tengah tersenyum aneh di sudut cafenya. Sedikit konyol juga,
karena ia merasa khawatir pengunjung lain akan merasa terganggu dengan tingkah
_kegilaan_ Kyuhyun saat ini.
Kyuhyun membenarkan posisinya dan
menumpukan kedua tangannya ke atas meja. Tersenyum senang pada Heechul.
“Hyung, aku sedang senang. Asal kau tahu saja, aku sudah membuat janji untuk
bertemu Sungmin besok malam. Ck... aku tak sabar menunggu besok malam.”
Heechul Hyung kemudian duduk
dihadapanku. “Jadi, kau sudah menghubunginya?”
“Nde, dan aku juga sudah tahu jika
dia pemilik dari wedding planer yang ada di dekat Wedding shop itu.”
Heechul mengangguk pelan.
Kemudian ia menyerobot kopi yang ada di hadapan Kyuhyun. terlihat berfikir.
“Apa kau yakin dengannya?”
“Eoh? Maksudmu?”
“Huah... pabo!!!” Heechul
menyandarkan punggungnya dan menggeleng pelan. Mulai berdehem dan menjelaskan
satu hal yang mungkin sedikit diabaikan oleh Kyuhyun. “Dengarkan aku, bocah.
Apa kau pernah berfikir jika dia juga sepertimu? Eum ... maksudku meski kau
belum sepenuhnya menjadi seseorang yang menyukai sesama namja, tapi apakah kau
tak memikirkan jika bisa saja dia malah sudah memiliki yeoja atau bahkan istri
dan anak dirumahnya?”
Raut wajah Kyuhyun langsung berubah.
“Hyung... kenapa kau malah mematahkan semangatku??”
Ingin sekali Heechul memukul kepala
Kyuhyun. “Huah....Jika saja Hannie tak melarangku untuk memukul kepala babo-mu
itu mungkin saja aku sudah memukulimu sejak tadi. Hei... Tuan Cho__ Hubungan
ini tak mudah. Tak seperti saat kau menyukai teman-teman semasa sekolahmu dulu.
Ini berbeda dan harus menar-benar konsisten.”
Kyuhyun menggeleng heran, kemudian
menyunggingkan senyumannya. “Hahhaa... ternyata Hyung sangat keren.” Memberikan
satu jempolnya pada Heechul dan kemudian segera beranjak dari duduknya. “Huah,
sepertinya aku harus mencari cara yang tepat agar dia langsung bisa menjalani
hubungan istimewa ini__ sama seperti yang kau katakan.”
Kyuhyun berdiri di sisi Heechul dan
menatapnya penuh sayang. Merentangkan kedua tangannya sedikit lebar dan
tersenyum penuh pada Heechul.
“Jangan katakan kau akan memelukku
disini?”
“Oh ayolah Hyung, aku ini saeng-mu
yang paling menggemaskan.”
“Ya!! ! Berhenti bertingkah aneh dan
pergilah, jangan membuat pengunjung menggunjingkan kita.”
“Ayolah Hyung...” Kyuhyun semakin
merentangkan kedua tangannya membuat Heechul mau tak mau akhirnya berdiri dan
memeluk Kyuhyun. “Aku menyayangimu, hyung. Hahhaa... gomawo.”
Melepaskan pelukan mereka dan
memberikan satu ciuman kecil di pipi Heechul. “Gamsha, Heechulie Eomma!!!”
“Ya!!! Aku bukan ibumu!!! ”
.
.
.
.
Tempat
pertemuan dan lagi-lagi di Cafe Heechul
.
.
.
.
Atas permintaan Heechul, akhirnya
Kyuhyun mengubah tempat janjiannya hingga terdamparlah _lagi-lagi_ di cafe
milik Heechul. Dari mejanya, Heechul sudah memantau Kyuhyun.
Tersenyum tipis saat melihat
kecanggungan Kyuhyun yang tengah berbicara dengan seseorang dihadapannya.
Meja Kyuhyun yang cukup jauh membuatnya tak bisa mencuri dengar apa yang
sebenarnya dibicarakan oleh Sungmin dan Kyuhyun.
.
.
“Mianhe telah menggangu waktumu.”
“Ahniya___ aku sudah selesai
mengurus semuanya.”
“Eoh... syukurlah.” Mengangguk
canggung dan sesekali meremas pelan genggaman tangannya. Terasa dingin dan juga
takut. Terlebih melihat Sungmin yang malam itu semakin bertambah menggemaskan
dengan topi rajut dan juga rambut blonde-nya.
“Eum... bolehkah aku mengatakan
sesuatu?”
“Nde, tentu saja. Heum... kau lucu
sekali. Kenapa takut seperti itu denganku? Apakah aku menyeramkan?”
Matilah kau Cho Kyuhyun!!!
Sungmin memasang aegyonya. Mata bulatnya,
bibir pouty berwarna pink dan juga pipi chubby-nya.
“Neomu yeppo...” bergumam lirih dan
seakan tersihir oleh Sungmin.
“Gamsahae. Tapi aku namja.” Sungmin
menyahut gumaman Kyuhyun.
Terlihat aneh, saat Kyuhyun bukannya
berbicara dan malah menatap Sungmin lagi dan lagi. Wajah itu begitu
mempesonanya. Hingga akhirnya genggaman tanga Sungmin yang meraih satu
tangannya itu menyadarkan Kyuhyun.
“Hei.... jangan melihatku seperti
itu.”
“Ah, mianhe.”
Dan tanpa sadar, mereka masih
bergenggaman tangan. Kembali lagi, Kyuhyun menatapi wajah Sungmin. Seakan
kembali tersihir dan kemudian mengukirkan senyumannya. “Eum ... bolehkah aku
bicara satu hal?”
“Nde, tentu saja.”
“Apakah kau tahu, cinta yang sangat
istimewa itu seperti apa?” Kyuhyun sadar. Sekarang ia benar-benar sadar dan
tengah berusaha sebaik mungkin untuk menyatakan perasaannya.
“Eum ... memangnya seperti apa?”
Mengukirkan senyuman dan menarik
tangan Sungmin untuk membuat namja itu makin mendekat padanya. Menggenggam
lembut dan mengusap punggung tangan itu perlahan.
“Sesuatu yang mudah dimengerti,
mudah dirasakan dan mudah dijalani. Akan lebih sempurna lagi jika mudah
didapatkan.”
“Hehehe.... kau pasti mengarang
bebas.”
“Ahni, aku tidak seperti itu.”
Kyuhyun menggeleng cepat dan kemudian mendekatkan tangan Sungmin untuk
menyentuh ke dadanya. Merasakan detak jantungnya yang memang sangat cepat
sekarang ini.
“Cinta yang begitu cepat dirasakan
hingga terasa istimewa karena meyakini dan memperjuangkannya. Semuanya
mempengaruhi, termasuk debaranku. Cinta yang istimewa karena tak melihat siapa
dia. Cinta yang istimewa karena aku dengan mudah jatuh cinta dan terikat,
dengan mudah yakin dan berusaha untuk mendapatkannya.”
“Eum... “ Sungmin tersenyum
canggung. “Apa kau sedang merayuku?”
“Ehh...” Kyuhyun tersentak dan
dengan cepat melepaskan tangan Sungmin. Dia menggaruk tengkuknya yang sama
sekali tak gatal. Benar-benar salah tingkah. “Ah, maaf. Seharusnya yang tadi
itu tak terjadi. Ah... maaf aku sudah keterlaluan. Eum... mungkin kau merasa
aneh, tapi yahh... lupakan saja. Hehehee...”
Sungmin mengangguk pelan. Meski
samar terlihat, tapi sesuatu yang berubah pada raut wajahnya itu seperti
menunjukkan satu hal yang tak pasti. Kembali melanjutkan pembicaraan konyol
mereka yang hanya berputar pada pekerjaan dan cuga customer.
.
.
“Huahh... payahhh...”
Heechul menepuk dahinya setelah
melihat Kyuhyun berjalan lemas mendekatinya. “Ak-aku juga tak tahu akan
melakukan itu. Padahal aku juga tak merencanakan apapun.”
Menyeret Kyuhyun untuk duduk di meja
kerjanya bersamanya. Wajah Kyuhyun memang terlihat tak bersemangat, terlebih
semua rencananya berantakkan__ termasuk mengantar Sungmin pulang kerumah.
“Lagi- lagi namja itu. Dia hanya
Hyung Sungmin, tapi tetap saja aku kesal. Mereka berbeda ayah dan Sungmin tetap
memakai marganya.”
“Yeahm dan hanya itu saja yang kau
tahu. Ck... harusnya kau merayunya setelah memastikan kemana hati dan arah
pemikirannya. Setidaknya kalian membicarakan tentang hubungan sesama jenis
dulu. Huah... pabbo...”
“Iya baiklah, aku memang bodoh. Lalu
harus apa?”
“Entahlah, mungkin saja dia tak akan
menemuimu lagi. Aku lihat ia juga tak begitu senang saat kau mengatakan hal
konyol yang memalukan itu?”
“Yah... hyung___ Jangan membuatku
putus asa. Harusnya kau membantuku.”
Heechul menggeleng dan mulai
memberesi semua barang-barang miliknya yang berserakan di meja. “Lebih baik
sekarang kau ikut aku. Kita pulang dan pastikan kau tidur dengan baik. Kuharap
saat bangun besok, otak dan pemikiran payahmu itu akan hilang. Ck... payah...”
“Yah Hyung!!! Aku tidak payah! Aku
tad-tadi hanya...”
“Sudahlah, sebaiknya kau lupakan
kejadian memalukan hari ini. Banyak berdo’a pada Tuhan agar dia memberi jalan
lain atau setidaknya namja lain yang cukup cantik atau bahkan melebihi
kecantikanku.”
“Hyung...”
“Atau kau minta bantuan Siwon
untuk mendo’akanmu agar kau selalu beruntung.”
“Yah!!! Hyung!!!!”
.
.
.
.
Dan memang sepertinya kenyataan
berjalan lurus dengan pemikiran Heechul pada awalnya. Seperti yang Heechuil
takutkan. Sungmin sama sekali tak bisa dihubungi oleh Kyuhyun. Baik nomor
kantor maupun nomor pribadi. Cukup sekali mencoba untuk menelfon namja itu
__dan bagi Kyuhyun sudah cukup. Pada kenyataannya memang panggilannya sama
sekali tidak masuk.
Bukan berarti tidak dijawab___
panggilannya sama sekali tak masuk. “Hyung~”
Merengek seperti anak kecil dan
memasang wajah penuh melas pada Heechul. Sementara itu Heechul yang sama
bingungnya hanya menggeleng lemah dan melepas kacamatanya. “Aku akan menikah,
jadi sebaiknya kau tak menambah beban pikiranku. Dan lebih sebaiknya lagi__
berhenti merengek seperti anak kecil dan cari yang lain saja. Kau harusnya
sadar, itu kesalahanmu.”
“Hajiman, Hyung~~~”
“Kau yang salah, jadi untuk apa
memikirkannya lagi. Sudahlah, masih banyak namja lain. Dan sebaiknya,
besok-besok kau harus lebih bisa mengatur dirimu. Ck... kasihan.”
Kyuhyun melongo saat melihat Heechul
yang malah dengan santainya meraih ponselnya dan bertelfonan ria dengan
Hangeng__ pastinya. Kyuhyun hanya bisa mengacak gemas rambut coklatnya yang
memang terlihat lebat, hingga membuatnya tepat seperti orang gila. Ia keluar
dari cafe Heechul dan berjalan santai. Meninggalkan mobilnya disana dan lebih
menikmati pemandangan sore hari yang sepertinya cukup menyenangkan.
“Heuh... padahal aku baru sekali
merasakannya.”
Kyuhyun menggumam perlahan dan terus
menggaruk tengkuknya. “Apakah aku harus mengunjungi ke kantornya?” Kembali
menggeleng cepat, “Ah, tidak bisa. Mana boleh aku kesana? Bagaimana jika dia memang
tidak mau bertemu denganku?”
Tertawa payah dan kemudian
mendudukkan kasar tubuhnya di atas rerumputan hijau yang ada di taman kota.
Duduk di tempat teduh di bawah pohon dengan angin yang cukup sejuk. “Apa yang
harus aku lakukan? Apakah perlu mencari yang lain?”
Mengedarkan pandangannya dan menatap
kesegala arah. Mencari dan menilai setiap orang yang memang tengah bersantai
dan mungkin hanya sekedar duduk di taman itu. “Eum... itu?” mengarahkan
telunjuknya pada namja dengan kaus ketat berwarna pink dan juga celana jeans
berwarna biru yang membuatnya terlihat aneh.
“Ah, tidak. Dia sangat tidak
mungkin. Masih kalah jauh dengan Heechul Hyung. Lalu, siapa yah???”
Merenung dan kemudian menunduk lesu.
Kyuhyun merogoh ponselnya dan melihat nomor kontak yang bahkan sudah ia beri
tanda khusus. Lee Sungmin.
Nama itu sudah membekas, bahkan
sebelum ia tahu nama sipemilik wajah manis yang selalu membuatnya terlihat
seperti orang bodoh. “Heuh... Lee Sungmin...”
Kyuhyun kembali melihat kesegala
arah yang bisa ia jangkau dari sudut tempatnya duduk sekarang. Tak ada hal
menarik lagi. Bahkan segerombol yeoja yang terlihat tengah bercanda sambil
sesekali melihatnya-pun tak membuatnya tertarik. Entahlah, baginya hanya Lee
Sungmin dan sudah cukup.
“Kyuhyun beranjak dari tempatnya
duduk dan kemudian kembali berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai terang
dengan lampu dan juga hiasan langit. Berjalan dengan perlahan dan sesekali
terus melihat ke sekitarnya.
“Heuhh.... mungkin memang harus
berusaha lebih keras. Atau mendatanginya besok?”
Menggeleng cepat. ‘Tidak___ mana
boleh seperti itu? Jika dia menerimamu maka baik, jika tidak__ kau akan malu
karena itu dikantor orang.
Baiklah, harga diri ke-SEME-annya
tengah dipertaruhkan, jadi dia tak akan mengunjungi Sungmin. Ke rumah
Sungmin???
“Ahh... aku tak akan kerumahnya.
Ck... sama saja bunuh diri.”
Kyuhyun masih ingat benar laporan
sahabatnya yang mengatakan jika Sungmin adalah putra seorang pengusaha yang
cukup disegani. Sementara Kyuhyun, dia hanya orang kantoran biasa yang masih
dibantu dengan segala kemudahan dari appanya.
Dan akhirnya, Kyuhyun tak memiliki
keputusan apapun. Ia memilih berjalan menuju kembali ke Cafe Heechul dan
bersiap dimarahi karena mungkin Heechul sudah menunggunya untuk pulang bersama.
Dan___ apakah ini yang dinantikan
Kyuhyun.
.
.
.
Cho
Kyuhyun POV
.
.
Apakah ada yang tahu pengambaran
yang tepat untuk sosok cantik yang sepertinya tengah tersenyum padaku saat ini?
Katakan jika aku tak bermimpi?
Ataukah memang angin malam sedikit membuyarkan pandanganku? Apakah aku
berhalusinasi? Tapi___ itu memang Sungmin.
Ia berdiri tepat ditempat pertama
kali aku melihatnya. Menatap lurus padaku dan mengukirkan senyumannya.
Membuatku benar-benar jatuh cinta pada sosok cantik dan lembut itu.
Sedikit tergesa hingga akhirnya aku
berlari dan menghampirinya. Dengan nafas terengah berhenti dihadapannya dan
berusaha memberikan senyuman terbaikku.
“Ahhh... Hei... huhh... huh...”
Masih mencoba men-stabilkan nafasku
dan juga detak jantungku. Sungguh, kali ini berdetak sangat cepat. Bukan karena
aku berlari tapi karena aku melhatnya.
“Kenapa kau tak ada disini?”
“Eoh??? Apakah kau sudah
menungguku?”
“Nde, cukup lama sampai aku sedikit
membeku karena kedinginan.”
“Ah... maaf...” aku membungkuk
meminta maaf, membuat Sungmin kembali mengukirkan senyumannya dan tertawa
perlahan. Sungguh, dia sangat cantik.
“Sudahlah, gwenchana.”
“Eum... mau secangkir kopi atau
coklat? Aku akan men-traktirmu.”
Menggeleng dan kemudian menatap fokus
padaku, aku tahu dia melihatku. Menggeleng dan kemudian meraih tanganku. “Bawa
aku kemobilmu saja, aku ingin bicara.”
.
.
“Jadi, kau akan bicara apa?”
“Dengarkan aku, dan please___
mengertilah karena aku tak akan mengulanginya lagi.”
“Nde, tentu saja.”
Aku melihatnya berulang kali seperti
mengatur nafas dan juga sesekali mengusap dadanya. Apakah dia juga canggung
denganku? Bolehkah aku sedikit berharap???
“Aku sadar, semuanya sudah menjadi
gila. Termasuk kehidupan yang aku jalani. Bolehkah aku bercerita?”
Aku mengangguk yakin. Siap
mendengarkannya dan juga menatapi wajahnya.
“Banyak kegilaan yang aku alami,
dari banyak namja dan yeoja yang mendekatiku. Dan hingga akhirnya Yesung hyung
menjadi sangat aneh dan terlalu melindungiku. Tapi saat ia tak ada, mengapa aku
merasa sepi?”
Got Cha!!! Aku sudah mendapat satu
poin dan YES. Dia membuka sedikit pintu hatinya, aku tahu itu.
“Heuhhh...” Dia menghela nafasnya
dan kemudian mengarahkan pandangannya kedepan. “Saat aku melihat kedepan dan tak
ada yang berbisik untukku, maka aku hilang arah. Karena biasanya Yesung hyung
yang melakukannya untukku dan sekarang aku harus sendiri.”
Dan dapat!!! Poin kedua. Aku tak
bisa menahan senyumanku. Aku tahu, sebenarnya dia juga ingin mengakui jika dia
menyukaiku juga. Apakah aku sudah kelewatan??? Tentu saja tidak. Hei ... cinta
perlu menjadi gila dan aneh.
“Dan juga saat Yesung hyung meminta
yeoja itu untuk mengatur semuanya, mengapa aku malah memikirkanmu??? Ingin
meminta maaf kenapa tak bisa berbicara denganmu dan membiarkan panggilanmu
begitu saja. Heuh... aku hanya butuh waktu untuk berfikir, mungkin saj-aaa___”
Dan aku meraihnya dalam pelukanku.
Aku tahu dia juga menyukaiku, aku yakin itu bahkan seribu persen pun aku yakin.
“K-Kyu...”
“A-aku akan menjadi semua yang kau
butuhkan. Aku akan bersamamu dan menjagamu, aku akan menjadi satu-satunya orang
yang membahagiakanmu dengan utuh dan hanya untukmu.”
“Hei.... hehehe... kenapa kau
berbicara seyakin itu? Aku tadi tidak sedang menyatakan perasaanku.”
“Nde, aku tahu. Kau tadi sedang
berputar aneh dan berbicara panjang lebar tapi tetap pada satu titik. Dan
cukup__”
Aku melepaskan pelukanku dan menatap
wajahnya. Meraih satu tangannya dan menapakkannya didadaku. “Rasakan disini...
my heart keep beating___ dan ini hanya untukmu.”
“Hei... aish... tapi bukan seperti
ini. Aku tidak sedang berbicara hubungan seperti ini, ak-aku berbicara
tentangmu yang mungkin bisa menggantikan Yesung Hyung eumhhh... hmmmm...”
Dan aku tak ingin ia bicara lebih
banyak.
Aku bukan namja bodoh yang buta dan
tak tahu apa-apa. Dan menurut sahabatku yang bertempat tinggal di dekat rumah
Sungmin, dia mengatakan dengan jelas jika Sungmin memang tengah membutuhkan
pelayan pribadi untuk bisa selalu bersamanya.
Hahhaa... dan dia tak butuh yang
lain. Hanya aku dan aku. aku akan menjadi segalanya untuknya termasuk pelayan
untuknya.
Tapi, Ramen (?)
Aku tak bisa memasak???
Eotte??
‘Ck... jangan pikirkan Cho Kyuhyun.
sekarang pikirkan saja bibir manis yang masih kau hisap penuh.’
Yeah, aku masih menciumnya. Dan demi
Siwon yang begitu taat.... bibirnya sangat manis. Dan demi Heechul hyung yang
sedang menjadi angel___ aku akan memintanya untuk mengijinkan aku menikah
bersamaan dengannya minggu depan. Aku sudah tak bisa menahannya.
“Eunghhh... K-Kyuhhh.....
ahhass....”
Dan demi semua khayalan anehku____
kulit sensitifnya ini sangat harum danbegitu menarik untuk dinikmati... sangat
manis...
Dan desahan erotisnya___ Remasan
lembut pada rambutku saat aku mulai mencumbunya___
“Mingh... Saranghayo...”
“Tap-tapi... sebenarnya aku...”
“Ck... aku tahu kau mencintaiku.
Heuh... mendesahlah baby....”
“Ah... Kyuhyunieee...”
‘Panggilan yang bagus... hahaha...’
.
.
.
FIN
Komentar
Posting Komentar